05/01/14





Penyanyi Fals Tapi Dapat Grammy

Sixpack Magazine, Updated at: 08.42 Google
Grammy Awards adalah penghargaan tertinggi di bidang music di seluruh dunia. Kalau di dunia perfilman setara dengan piala Oscar atau Academy Awards. Grammy tidak seperti award-award yang lainnya yang dipilih oleh fans. Award seperti itu tentunya kurang berkualitas, karena yang penting punya banyak fans, mau lagu seperti apapun pasti menang, walaupun misalnya lagu tersebut mengandung unsur-unsur yang buruk dari segi lirik ataupun lainnya. Grammy dinilai oleh ratusan juri yang sudah tidak diragukan lagi kredibilitasnya dan sangat senssitif terhadap musik. Jadi mereka tidak dapat dibohongi oleh hal-hal diluar musik seperti kepopuleran, wajah yang cantik atau tampan, fan base raksasa, dan lain-lain. Mereka fokus pada kualitas musik yang diusung oleh seorang penyanyi atau musisi tersebut. Mereka sangat suka ke-original-an musik, pembaharuan jenis musik yang benar-benar baru dan segar, juga pesan-pesan moral yang disampaikan dalam lirik.

Pertanyaannya adalah, mengapa para juri tersebut kadang memilih penyanyi yang "tidak bisa bernyanyi" atau sering disebut fals. Masyarakat dunia kini sedang tertuju pada beberapa artis muda seperti Taylor Swift dan Katy Perry yang hampir setiap tahunnya masuk Nominasi Grammy Awards dan hampir selalu menang. Padahal mereka dinilai "tidak bisa bernyanyi" secara live dan sempurna. Di setiap penampilan mereka dipanggung seringkali terdengar nada yang meleset, napas yang pendek dan suara yang aneh. Ini tidak terjadi pada grammy-grammy sebelumnya yang menghadirkan penyanyi berkualitas seperti Whitney Houston dan Mariah Carey yang melegenda. Dalam beberapa Grammy bahkan Taylor Swift mampu mengalahkan Beyonce yang notabene bersuara terhebat dalam dekade terakhir. Padahal Taylor banyak dihina karena penampilan vokal nya yang amburadul, termasuk juga mega bintang Katy Perry dan baru-baru ini Lorde sedang disorot juga.

Tapi itulah Grammy, orang tidak bisa menduga. Memang, penilaian Grammy tidak berdasarkan penampilan live. Grammy menilai kualitas recording secara musikal dan lirikal. Jadi mau fals atau tidak saat live, jika kau menulis lagu dengan baik, maka Grammy akan melirikmu. Taylor Swift sendiri sudah menulis lagu saat 19 tahun dan memenangkan Grammy.Taylor Swift pun mencurahkan perasaannya yang banyak dihina orang tersebut dalam sebuah lagu berjudul Innocent dan Mean. Dihina seperti apapun, jika kau berbuat tulus dan baik, maka kau akan dapatkan hasilnya. Itulah pesan yang ada dalam lagu tersebut. Maju terus Taylor dan Katy! Buat terus musik yang indah dan inspiratif dan bawa pulang Grammy-mu sebanyak-banyaknya !

Taylor Swift Pretty FaceKaty Perry Ugly
ads



.