05/11/13





Mitos Ratu Pantai Selatan dan Baju Hijau

Sixpack Magazine, Updated at: 16.41 Google
Ratu pantai selatan atau Nyi Roro Kidul adalah tokoh mitos yang berkembang di Indonesia khususnya di pulau jawa. Cerita legenda terbesar Indonesia ini memang sangat berpengaruh bagi kebudayaan masyarakat pantai selatan. Tak jarang kita temui upacara larung bahan makanan dan sesajen di pantai selatan, seperti apa yang telah menjadi tradisi keraton Jogjakarta. Tentu saja ini dapat menambah kepercayaan warga terhadap sosok ratu penguasa laut kidul tersebut. Kami sendiri tidak menyalahkan kebudayaan dan kepercayaan yang beredar. Toh pembahasan mengenai Nyi Roro Kidul juga pernah dibahas di kongres paranormal tingkat dunia di Paris, Perancis. Terlepas dengan percaya atau tidak pada kehadiran Ratu Kidul, kami akan membahas kaitan  antara wisatawan yang dilarang memakai baju berwarna hijau di pantai-pantai selatan seperti Pangandaran dan Parangtritis.

ratu pantai selatan nyi roro kidul
ratu pantai selatan
Dilihat dari kondisi geografis, pantai selatan termasuk pantai yang memiliki arus dalam yang sangat kuat. Jika dilihat dari atas memang arus tidak akan terlihat seperti halnya kita melihat arus sungai. Tapi arus tersebut mengalir dengan deras di kedalaman tertentu. Saat tengah hari arus tersebut semakin kuat, hingga tak jarang para petugas pejaga pantai sering memperingatkan pada wisatawan untuk tidak berenang melebihi jarak tertentu dari bibir pantai. Sedikit saja wisatawan lalai, maka otomatis arus laut tersebut akan menyeretnya kedalam lautan, seolah ada makhluk tertentu yang menelan, semacam monster atau bahkan jin bersosok wanita cantik bernama Nyi Roro Kidul.

Akibat arus laut yang begitu deras, sehingga terjadi banyak erosi di dasar lautnya. Oleh karena itu pantai selatan terkenal mempunyai banyak kolong-kolong di dasar atau dinding pantainya. Sebagian korban yang terseret arus biasanya tersangkut di kolong-kolong tersebut, dan tak jarang tersangkut hingga berhari-hari, hingga tubuhnya hancur dan dimakan binatang laut, lalu dinyatakan lah hilang permanen. Inilah yang menjadikan kepercayaan terhadap Ratu Kidul semakin kuat, karena biasanya mayat manusia akan muncul mengambang kepermukaan setelah beberapa jam meninggal di laut.

Ada pun logika hubungan antara korban dan pakaiannya yang berwarna hijau adalah bahwa orang yang memakai baju hijau akan lebih sulit dievakuasi karena menyatu dengan warna laut yang hijau kebiru-biruan. Sehingga jika ada 2 orang korban yang memakai baju hijau dan putih, maka otomatis yang putih akan mudah ditemukan. Bukan karena Nyi Roro Kidul menyukai warna hijau atau membenci orang yang memakai warna hijau karena hanya dialah yang boleh memakainya, tapi semua itu bisa dijelaskan dengan data ilmiah dan logika akal sehat. Karena sampai sekarang pun belum ada data ilmiah resmi yang menyatakan bahwa korban tenggelam di pantai selatan didominasi oleh orang yang memakai baju warna hijau. Semua itu dibangun oleh sugesti massa yang berkembang hingga menjadi mitos yang sangat kuat.
ads



.